Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

LEBIH DEKAT DARI SEKEDAR NADI

Gambar
Terlalu lama berada dalam sepi Terlalu lama terpaku pada sunyi Terkadang manusiapun perlu menyendiri Bersma angin Bintang malam Juga rembulan dikala bintang hilang Manusiapun perlu menyendiri Berteman sepi Berkawan sunyi Bertanya pada diri Sudahkah menjadi manusia yang seharusnya? Dalam sepi sunyi kau bisa rasakan kau bisa mencurahkan segala risau hatimu dan pada saat itu... kau akan yakin Tuhan ada lebih dekat dari nadi ditubuh ini !

SEBUAH RINDU TENTANG KAMI

Gambar
Pada suatu waktu mungkin pernah membenci, mencinta dan perasaan lainnya. Bukankah itu pada satu waktu saja? Kita pernah bersama-sama dalam menggapai mimpi, kita pernah berjuang bersama melewati masa-masa sulit, salah satunya adalah ketika kita berlari besama di pagi hari di hari minggu, tribun, rerumputan hijau, embun pagi bahkan nafas kita bisa menimbulkan uap. Seketika aku tersenyum ingin sekali tertawa geli mengingat hal itu, tapi hal kecil itulah yang akan menjadi saksi bahwa kita pernah tertawa, pernah menggenggam tangan itu dengan erat. Ah iya aku masih ingat waktu siang hari itu diatas aspal jalanan yang panas kita pernah belari bersama atau sendiri-sendiri? Keduanya pernah kita lakukan. Pernah sekali aku berkata ”larinya pelan dong, kaki mu panjang satu langkah kakimu bisa jadi tiga kali lipat langkah kaki ku!” dan dia hanya tertawa menanggapi ucapanku. Adakala dimana kami pernah dimarahi bersama, hingga pada akhinya para remaja labil   ini mencari tempat untuk menjadi...

Cinta dan Rahasia

Gambar
Add caption Senja, Apakah ia salah satu alasan mu pulang ? Senja, Hingga kini kau masih berdiam diri Menikmati setiap waktu yang berlalu Ya, aku terlalu mengerti. Aku sadar, Selama ini kau selalu menggaguminya Sedang aku ? Selalu menikmati bayangan mu di penghujung senja. Sedang aku? Menikmati setiap waktu ku menatap punggung mu, Seolah-olah berharap kau menatap ku sebentar saja, Kau tau? Betapa bahagiannya aku ketika kau ada disamping ku? Kau tau? Betapa ingin aku tenggelam dikedua matamu, tetapi sungguh aku telah tenggelam, Sendirian. Disamudra dalam. Aku hanya berharap bahwa fajar hadir lebih cepat, Kau bertanya mengapa?... Kau lupa bahwa fajar yang selalu mengawali hari mu Memberi harapan baru, semangat baru Dan aku selalu berharap disetiap fajar Aku bisa memiliki senyumanmu diawal hari ini. Terlepas kau tercipta untukku atau bukan, Sebab ku tak bisa memilih Kepada siapa hati ku terjatuh Kepada siapa ak...

SAPARDI DJOKO DAMONO

Gambar
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta. Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.   Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam". Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar. Karya-karya Sajak-sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Sampai sekarang telah ada delapan kumpulan puisinya yang diterbitkan. Ia tidak saja menulis puisi, tetapi juga men...